expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 07 Mei 2011

´Dalam Mihrab Cinta´, short and late review...


Apa yang menarik dari karya penulis islami best seller Habiburrahman El Shirazi. Menurut saya, minimal ada beberapa poin yang patut mendapat perhatian lebih;

Pertama, dari tiga film karya sang maestro cerita pesantren ini, saya mencatat bahwa tokoh sentral dalam ketiga film tersebut adalah laki-laki. Gambaran laki-laki dalam film-film ini juga semuanya hampir sama; alim, rendah diri, pernah mondok di pesantren, dan paling utama adalah disukai oleh banyak (minimal dua) wanita. Ibarat superhero yang sering kita tonton dalam film-film Hollywood, laki-laki tokoh sentral film Habiburahman selayaknya seorang idola serta menjadi impian setiap wanita. Ingatan kita langsung tertuju pada Peter ´Spiderman´ Parker diidolakan banyak orang termasuk Mary Jane dan Clark´Superman´ Kent sang pujaan hati Lois Lane. Kita tentu ingat juga bagaimana Fahri (Ayat-ayat Cinta) yang kemudian menjadi idola Aisha dan tiga wanita lainnya; Mary, Nora and Nurul.

Senin, 14 Juni 2010

Dan salju itu hampir membunuhku…part 1.

“Aku tidak mau mati disini. Dengan keadaan seperti ini”, teriak bathinku, kacau. Sudah lebih dari lima belas menit aku menelusuri jalanan ini, terus dan terus berjalan. Hujan salju juga semakin deras turun. Tangan dan seluruh badanku sudah sangat kedinginan. Bahkan untuk memegang peta kota ini aku seakan tak mampu. Keadaan sekeliling mulai tidak bersahabat denganku. Jalanan sudah mulai sepi. Wajar, jam tanganku menunjukkan pukul setengah tujuh lewat.

JKA, Jaga Kesehatan Anda !

Dimuat di Harian Aceh, edisi 10 Juni 2010

ilustrasi dokter sedang bekerja.
Jaminan Kesehatan Aceh menjadi buah bibir akhir-akhir ini. Bukan hanya karena melibatkan dana yang sangat besar, tetapi juga JKA ini juga menjadikan jutaan masyarakat miskin sebagai objek pelaksanaannya. Target besar yang digadang oleh instansi terkait yang tidak sebanding dengan persiapan dan implementasi di lapangan membuat mimpi menyehatkan masyarakat Aceh melalui program ini masih jauh panggang dari api. Selain itu, pelaksanaannya yang masih meniru konsep lama serta para pemain yang masih berasal dari wajah-wajah lama dikhawatirkan tidak akan memberikan pengaruh besar pada pelayanan dan cakupan program ini.