expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 24 April 2009

Mau Dibawa Kemana OSPEK Kita?

Komentar pembaca ketika terjadi pelarangan OSPEK oleh rektor Universitas Syiah Kuala, di muat di harian Serambi Indonesia.

Menarik membaca berita harian Serambi Indonesia, edisi Jum’at, 19 Agustus 2005 tentang dukungan Pemerintahan Mahasiswa Unsyiah terhadap SK Rektor tentang peniadaan kegiatan Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru (ORDIKMARU) tahun ini. Ada beberapa hal dari berita ini yang mungkin menarik untuk kita cermati dan garis bawahi:

Mau Dibawa Kemana Pendidikan Kita?

Ini merupakan tulisan lama dan pernah di muat di sebuah harian lokal di Aceh. 


Tanggal 2 Mei menjadi hari yang penting buat kita karena pada hari itu kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Berbagai kegiatan menyambut hari ini digelar. Dari upacara bendera sampai berbagai lomba yang diikuti oleh siswa sekolahan. Tetapi apa urgensi peringatan hari Pendidikan Nasional ini bagi kita?? 

Coba anda tanyakan apa makna hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei bagi siswa sekolah. “Capek dan lelah” pasti itu jawaban mereka. Lho kok? Ya. Karena setiap tanggal 2 Mei Dinas Pendidikan setiap propinsi maupun kabupatennya pasti mengadakan apel bendera. Dan apel bendera itu pasti berkonotasi satu; kegiatan lebih dari empat jam di terik matahari serta melibatkan seluruh siswa dari berbagai tingkatan pendidikan. 

Apa Kabar Aceh?

Sempat dikirim ke Harian Kompas. Tulisan ini memberi gambaran terhadap kondisi Aceh, beberapa bulan pasca tsunami. 

Pernah tidak anda berkunjung ke Aceh dua atau tiga bulanan ini? Jika jawaban anda belum, maka anda termasuk orang yang kurang beruntung. Tetapi jika jawaban anda sudah, anda pasti telah melihat bagaimana luluh lantaknya Nanggroe Aceh Darussalam akibat terjangan bencana bulan Desember 2004 lalu. Bagi anda yang telah berkunjung ke Aceh sebelum bencana alam gempa dan gelombang Tsunami, anda pasti akan terkejut melihat bagaimana dahsyatnya gelombang yang namanya hanya terdiri dari tujuh huruf itu.